Smart home atau rumah pintar adalah bangunan rumah yang berbasis teknologi, segala perangkat dan sistem elektronik yang ada pada smart home saling terhubung, sehingga memudahkan penghuninya untuk melakukan pengendalian alat-alat elektronik dari dalam rumah maupun secara jarak jauh.
Konsep rumah pintar tidak hanya mampu memberikan kemudahan dan kenyaman bagi penghuni, namun juga mampu memberikan banyak dampak baik bagi lingkungan, apalagi jika rumah pintar juga menerapkan teknologi home automation.
Home automation, atau yang dikenal dengan istilah Domotics, merupakan seperangkat teknologi yang dapat diaplikasikan pada bangunan rumah untuk mengendalikan pencahayaan, pengkondisian udara, dan berbagai perangkat elektronik lainnya yang ada di bangunan rumah secara otomatis dengan menggunakan sensor.
Berikut ini adalah beberapa dampak baik lingkungan jika mengaplikasikan konsep smart home pada bangunan rumah tinggal.
1. Efisiensi Energi Listrik
Sumber: Pinterest – Adtsolar.com
Teknologi yang diterapkan pada smart home memungkinkan penggunaan benda-benda elektronik secara lebih efisien.
Penghuni bisa mengendalikan waktu yang tepat untuk menyalakan lampu, pemanas air, hingga pendingin ruangan bahkan saat sedang tidak berada di dalam rumah, sehingga benda-benda elektronik hanya digunakan jika memang sedang dibutuhkan saja.
Efisiensi dalam penggunaan energi listrik ini tentu berdampak positif pada lingkungan, karena bisa membantu mengurangi efek rumah kaca pada bumi yang merupakan salah satu alasan terjadinya climate change beberapa tahun terakhir ini.
2. Efisiensi Penggunaan Air
Sumber: Pinterest – Digital Faucet by Jado
Pada rumah pintar, teknologi home automation pada wastafel, toilet flush, dan alat penyiram tanaman otomatis efektif untuk menghemat penggunaan air agar sesuai dengan yang dibutuhkan saja.
Teknologi auto-stop pada keran air juga bisa mencegah kebocoran maupun penggunaan air yang berlebihan.
Dengan demikian penggunaan air bersih untuk keperluan rumah tangga menjadi lebih efisien pada rumah yang mengadopsi konsep smart home jika dibanding rumah yang belum mengaplikasikan konsep ini.
3. Self Sufficient Home
Sumber: Mindseteco.com – SELF-SUFFICIENT HOME: 8 SIMPLE WAYS TO START
Smart home juga bisa dilengkapi dengan beragam teknologi yang memungkinkan rumah tersebut menjadi lebih self sufficient.
Misalnya dengan menerapkan teknologi yang memungkinkan penghuni untuk menampung dan mengolah air hujan, sehingga air tersebut bisa dimanfaatkan kembali untuk beberapa keperluan rumah tangga, seperti mencuci mobil atau menyiram tanaman.
Selain itu, teknologi untuk mengumpulkan tenaga surya dengan menggunakan panel surya juga bisa diaplikasikan pada smart home.
Energi yang dihasilkan dari tenaga surya ini kemudian bisa dimanfaatkan untuk menjalankan sebagian perangkat elektronik yang ada di rumah.
Smart Home Untuk Bumi Yang Lebih Baik
Konsep smart home dengan sistem dan teknologinya memungkinkan kita untuk mengatur konsumsi energi dengan lebih efisien secara aman, nyaman, dan mudah.
Sahabat NUA juga turut berperan dalam merespon isu climate change serta memberikan berbagai dampak positif pada lingkungan dengan memanfaatkan teknologi pada rumah pintar ini.
Mari ikut berkontribusi menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan dengan memulai melakukan langkah-langkah kecil yang akan membawa dampak besar.
Semoga artikel ini bisa menginspirasi Sahabat NUA.
Untuk melihat informasi lebih lengkapnya, Sahabat NUA bisa kunjungi website kami di All Project NUA Properti dan dapatkan banyak penawaran yang menarik dan terbaik melaluiWhatsApp Business kami.