
Daftar Isi
Halo Sahabat NUA, yakin engga mau invest jangka panjang untuk kepemilikan rumah di masa tua? atau coba beli tanah kavling dulu aja, nanti bisa di jual lagi buat investasi.

Sudah jadi hal yang lazim jika harga properti terus naik setiap tahunnya, termasuk tahun 2024 ini. Menyambut Tahun Baru 2024, outlook ekonomi nasional terlihat semakin membaik. Hal ini berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat secara umum. Namun demikian, hal ini juga berimbas pada kenaikan harga-harga, termasuk harga properti.
Nah, untuk Sahabat NUA yang memang sudah siap secara ekonomi untuk memiliki properti, ada baiknya Anda wujudkan rencana tersebut secepatnya. Meski beberapa harga sudah melonjak terlalu tinggi, harga properti di 2024 diperkirakan masih bakal mengalami kenaikan. Ada sejumlah hal yang menjadi penyebabnya, seperti hal-hal berikut ini.
Geliat Ekonomi Pasca-COVID-19

Perekonomian negara Indonesia, seperti juga perekonomian global, sempat terpukul akibat pandemi COVID-19 yang melanda. Banyak bisnis yang terpaksa berhenti dan gulung tikar. Banyak orang terkena PHK. Harga properti pun sempat lesu selama pandemi hingga pemerintah harus turun tangan lewat sejumlah bantuan dan kemudahan.
Memasuki 2023, pandemi mulai berangsur pulih dan kebijakan social distancing pun dihentikan dan perekonomian mulai membaik. Pada 2024 ini, situasi tampaknya sudah pulih sediakala. Pencarian rumah pun semakin meningkat, yang akhirnya mendorong kenaikan harga properti.
Inflasi Ekonomi
Inflasi dijelaskan secara umum adalah naiknya harga barang dan jasa secara terus-menerus, yang menyebabkan turunnya nilai tukar uang. Ini bisa terjadi karena banyak hal, misalnya naiknya harga bahan baku, biaya impor, dan lain-lain. Dalam ekonomi global, ekonomi suatu negara juga bisa terpengaruh oleh kondisi ekonomi negara-negara lain, salah satunya lewat kegiatan ekspor-impor.
Pada industri properti sendiri berkaitan dengan jenis industri yang lain, sehingga sangat rentan mengalami kenaikan jika industri-industri terkait tersebut juga mengalami kenaikan.
Kenaikan Suku Bunga KPR
Bank Indonesia mengumumkan kenaikan suku bunga acuan, yakni Bank Indonesia 7 Days Reverse-Repo Rate menjadi 6% sejak Oktober 2023 lalu, kenaikan pertama sejak Januari 2023 yang sebesar 5,75%. Kenaikan suku bunga acuan ini diperkirakan akan mendorong kenaikan suku bunga di pasar, termasuk untuk suku bunga KPR.
Naiknya suku bunga KPR memang tidak langsung memengaruhi kenaikan harga properti dari sisi penjual. Namun, kenaikan bunga KPR bisa membuat cicilan rumah dan harga akhir rumah menjadi lebih besar.
Tingkat Ekonomi Meningkat
Pada Juli 2023, Bank Dunia meningkatkan klasifikasi tingkat ekonomi Indonesia menjadi kelas menengah atas dengan mendasarkan pada tingkat Pendapatan Nasional Bruto. Naiknya pendapatan masyarakat bisa diartikan juga sebagai naiknya kemampuan ekonomi masyarakat.
Kalau dilihat dari sisi penjual, ini tentu menjadi indikasi peluang yang baik untuk melakukan penyesuaian harga, termasuk harga properti. Karena itu, jangan heran kalau di 2024 ini harga properti bakal mengalami kenaikan.
Banyaknya Jumlah Penduduk Usia Produktif
Data kependudukan Indonesia menunjukkan jumlah penduduk Indonesia mayoritas berada pada usia produktif antara 25-40 tahun. Dari rentang usia ini adalah rentang usia seseorang mulai memiliki pekerjaan tetap dan berumah tangga.
Oleh karenanya, sudah mulai mapan dan sudah berkeluarga, mereka mulai berencana memiliki rumah sendiri, yang pada akhirnya mendorong tingginya permintaan terhadap properti hunian. Hal ini juga sesuai hukum ekonomi, selain suplai yang langka, harga suatu barang juga akan meningkat kalau permintaannya semakin tinggi. Tingginya permintaan membuat para penjual rumah tak ragu untuk memasang harga tinggi.
Lahan Pemukiman Makin Terbatas
Pada hukum ekonomi, kelangkaan suplai bisa membuat harga suatu barang meningkat. Ini pula yang terjadi pada pasar properti. Makin menipisnya lahan untuk hunian, terutama di kota-kota besar dan sekitarnya membuat harga properti semakin mahal.
Kawasan yang dulu dipandang sebelah mata, kini berkembang menjadi kawasan hunian kelas menengah atas. Harganya pun meningkat dari Rp350 jutaan menjadi minimal Rp750 jutaan dalam waktu kurang dari lima tahun.
Hal ini makin diperparah dengan kurangnya pemerataan penduduk. Kegiatan ekonomi yang lebih banyak berpusat di kota besar, khususnya Jakarta dan Pulau Jawa, membuat banyak orang memutuskan pindah ke wilayah tersebut sehingga membuat pasokan suplai tidak sepadan dengan permintaan.
Kondisi Politik Usai Pemilihan Presiden
Sudah jadi hal lazim juga kalau penjual atau pemilik modal akan menahan diri di masa-masa kampanye politik. Hal ini juga terjadi menjelang pemilihan presiden 2024 mendatang. Diprediksi, saat pilpres usai dan ekonomi kembali normal, para penjual akan melakukan penyesuaian terhadap harga properti alias menaikkan harganya.
Dan, karena pilpres digelar di awal tahun, maka kenaikan harga properti diprediksi akan mulai terlihat pada kuartal kedua akhir atau awal kuartal ketiga 2024 ini.
Pemerintah banyak memberikan subsidi dan kemudahan di sektor properti pada masa pandemi, baik untuk penjual maupun pembeli. Seiring membaiknya situasi pascapandemi, beberapa bantuan dan kemudahan mulai dikurangi. Meski demikian, masih ada satu program kebijakan pemerintah yang bisa kamu manfaatkan yaitu Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Jika Sahabat NUA ingin membeli rumah mulai November 2023 sampai Juni 2024, PPN sebesar 10% yang harusnya Anda tanggung akan digratiskan pemerintah. Sedangkan jika Sahabat NUA membeli rumah pada periode 1 Juli 2024-31 Desember 2024, subsidi dari pemerintah tinggal 50% atau setengahnya saja.
Jadi, sekali lagi, jika Sahabat NUA sudah siap dan mampu secara ekonomi, ada baiknya untuk beli rumah sekarang, selagi harga rumah belum terlalu tinggi dan masih ada subsidi PPN dari pemerintah.
Jika Sahabat NUA sudah mantap buat beli rumah, Anda bisa mulai melihat-lihat pilihannya di NUA Properti. Untuk melihat informasi lebih lengkapnya, Sahabat NUA bisa kunjungi website kami di All Project NUA Properti dan dapatkan banyak penawaran yang menarik dan terbaik melalui WhatsApp Business kami.
Sumber: https://www.dekoruma.com/artikel/165531/properti-harga-properti

