
Hai Sahabat Nua,
Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Sejahtera,
Pandemi Covid-19 memang telah memperburuk keadaaan ekonomi seluruh dunia, keadaan tersebut juga telah mempengaruhi segala aspek ekonomi mulai dari ekonomi keluarga, pemasaran, sampai ekspor impor.
Untuk sektor properti, penjulan relatif lesu daripada tahun kemarin. Melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu pengaruh menurunnya investasi dan penjualan properti di saat pandemi. Penyebab lainnya antara lain pihak bank lebih selektif dalam memberikan klaim KPR.
Ketidakpastian kapan pandemi ini mereda juga mempengaruhi, pasalnya masyarakat cenderung menyimpan uang sebagai dana darurat membuat customer dan investor menunda pembelian propertinya.
Keadaan tersebut harusnya bisa menjadi tantangan tersendiri bagi developer properti untuk berinovasi pada bidang marketing. Lebih memaksimalkan pemasaran daring seperti bekerjasama dengan agen-agen pemasaran online atau membuat sendiri lahan pemasaran online seperti website, aplikasi atau sosial media.
Pemasaran secara digital merupakan cara yang ampuh untuk penjualan di masa pademi ini, melalui portal digital tersebut customer dan investor dapat mendapatkan informasi lengkap bahkan tanpa langsung kontak dengan marketing tanpa harus bertemu atau survey lapangan.
Sedangkan untuk investor justru sebaliknya, investasi properti di masa pandemi dan saat ekonomi lebih dinamis dinilai relatif aman, karena dari segi harga fluktuatif termasuk harga tanah.
Sektor properti masih tetap menjadi sektor unggulan untuk media investasi, simpanan dan cadangan sampai keadaan dinyatakan aman. Sewaktu-waktu nilai dari investasi tersebut akan bertambah juga. Selain fungsi tersebut, properti dalam bentuk rumah huni / apartemen dapat dimanfaatkan sebagai tempat tinggal atau untuk di sewakan.
Menurut Bank Indonesia di website bi.go.id, secara sederhana inflasi diartikan sebagai kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.
Bila inflasi meningkat, otomatis harga properti juga akan ikut meningkat atau mengalami kenaikan sesuai dengan inflasi yang terjadi. Jadi, memiliki investasi properti merupakan salah satu langkah tepat untuk berlindung dari inflasi karena harganya akan meningkat mengikuti nilai inflasi.
Maka dari itu, mengacu pernyataan diatas, bagi developer menerapkan fungsi menanam kepercayaan konsumen dan senantiasa mengamati analisa perubahan pasar serta periaku konsumen menjadi sangat penting untuk menanggulangi masa sulit seperti pandemi ini.
Bagi investor dan konsumen, masa pandemi ini bisa dijadikan pelajaran untuk lebih bijak dalam pengeluaran keuangan. Investasi memang menggiurkan, tapi survive melalui pandemi ini menjadi lebih pioritas.
[/pl_text] [/pl_col] [/pl_row]
