

Apakah Sahabat NUA pernah mendengar istilah rumah split level?
Atau bahkan sudah pernah melihat rancangan rumah split level dan tertarik mengaplikasikannya pada rancangan rumah impianmu?
Jika ya, maka ada beberapa hal yang mungkin perlu Anda pahami mengenai rancangan rumah split level sebelum memutuskan untuk mewujudkan rancangan ini pada rumah impianmu.
Dari banyaknya konsep desain rumah, salah satu yang menarik perhatian saat ini adalah konsep split level. Konsep ini belakangan begitu populer karena mengakomodasi kebutuhan hunian yang memiliki keterbatasan lahan.

Konsep split level diartikan sebagai gaya rumah yang memiliki cukup banyak perbedaan ketinggian dengan jumlah lantai yang cukup banyak. Umumnya, ketinggian lantai rumah dengan split level hanyalah setengah dari ketinggian lantai biasa atau hanya ada dua tangga pendek yang menyambungkan antar lantai. Inilah yang menjadi ciri khas dari rumah split level: rumah seolah-olah memiliki dua level lantai, padahal sebenarnya masih berada di level 1 atau di lantai yang sama.
Gaya rumah split level merupakan varian dari rumah bergaya ranch-style, di mana split level memiliki kemampuan pemanfaatan ruang yang lebih baik. Gaya rumah yang dikembangkan oleh Frank Lyold Wright ini mulai diperkenalkan di awal abad ke 20. Sang desainer memiliki keyakinan bahwa rumah seperti ini merupakan pilihan hunian yang terjangkau bagi masyarakat Amerika pada umumnya. Popularitasnya sendiri mulai berkembang di tahun 50 dan 60-an setelah Perang Dunia II. Pada masa tersebut, rumah split level menjadi gaya rumah pilihan bagi warga berpenghasilan menengah di Amerika. Popularitas rumah ini sempat meredup karena berbagai alasan, namun beberapa tahun belakangan, gaya desain ini mulai kembali populer dan dicari banyak orang.

Bagi Sahabat NUA yang tertarik untuk menerapkan gaya serupa pada rancangan rumah impian Anda, ada beberapa hal yang perlu dikenali terlebih dahulu berkaitan dengan istilah split level. Yuk, simak penjabaran mengenai berbagai hal dan fakta terkait rancangan rumah split level berikut!

- Rumah Split Level memberikan kesan lebih terbuka dan luas
Kelebihan pertama dari rumah split level. Desain ini bisa menginspirasi hunian Sahabat NUA yang mungil menjadi tampak lebih luas. Konsep split level mengharuskan Anda memiliki langit-langit (ceiling) rumah yang tinggi. Selain itu, pada konsep split level tidak ada sekat yang massif atau adanya partisi pemisah antar ruang. Inilah yang membuat rumah jadi terkesan lebih luas, terbuka, dan lapang. Sama seperti halnya saat memberikan void pada rumah, kehadiran rumah split level memberikan suasana lebih lapang dan terbuka pada hunian. Selain itu, komunikasi antar penghuni rumah menjadi jauh lebih mudah dan dekat dengan memanfaatkan konsep rumah split level.
- Memberikan ruang-ruang lebih untuk fungsi tambahan
Pada rancangan rumah split level yang baik, kehadiran rumah split level bisa memberikan efisiensi ruang yang baik. Sahabat NUA bisa mendapatkan ruang-ruang lebih untuk fungsi tambahan dengan memanfaatkan konsep rumah split level. Selain fungsi tambahan, perbedaan level juga membantumu memberikan pemisahan fungsi dan zona pada setiap ruang yang lebih baik.
- Rancangan rumah split level memberikan kesan lebih dinamis
Umumnya, rumah biasa tampil dengan lantai satu untuk sosialisasi, lalu lantai dua untuk kebutuhan privasi. Antar lantai pun dibuat datar, jauh dari kesan dinamis. Berbeda sekali dengan konsep rumah split level yang perbedaan level lantainya membuat rumah terasa unik dan tidak monoton. Secara visual, desain split level menambah nilai estetika ke sebuah hunian.
- Sirkulasi udara dan cahaya yang lebih baik
Karena sifatnya yang terbuka, rumah split level secara tak langsung akan memberikan sirkulasi udara dan juga pencahayaan yang lebih baik pada hunian. Tidak hanya mengatur sirkulasi udara dan cahaya dalam ruangan, penerapan yang tepat membuat rumah split level juga bisa menangkap sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang jauh lebih baik daripada rumah tanpa perbedaan level lantai seperti konsep rumah lainnya.
- Rumah Split Level untuk solusi rumah di lahan berkontur
Lahan tahan perumahan tak semuanya rata. Di daerah pegunungan, lahannya sudah tentu berkontur. Untuk rumah di daerah tersebut, solusi paling cerdas adalah dengan menerapkan konsep split level. Ini satu-satunya solusi mudah, daripada Anda harus meratakan lahannya, yang tentu tak mudah pekerjaannya. Solusi lain yang lebih efisien untuk menyiasati lahan berkontur seperti ini adalah dengan membuat konsep rumah denfan split level. Rumah split level membuat pengolahan lahan berkontur menjadi sangat efektif.

Di sisi lain, rumah dengan konsep Split Level memiliki kekurangan, yakni:
- Sistem konstruksi rumah split level yang lebih rumit
Tak seperti desain rumah umumnya, konsep split level memiliki konstruksi yang lebih rumit. Jika tidak dikerjakan oleh ahlinya, hasil akhir rumah ini malah menjadi jauh dari yang diharapkan. Hunian bukannya tampak luas tapi justru sempit akibat perencanaan yang kurang tepat di bagian pembagian ketinggian lantainya.

- Membatasi mobilitas anggota keluarga seperti lansia
Rumah split level bisa dikatakan “tidak ramah” untuk balita dan lansia. Dikarenakan banyaknya penggunaan anak tangga dan juga perbedaan level, jelas bahwa rumah split level sangat tak dianjurkan untuk dihuni oleh keluarga yang memiliki anggota keluarga lansia ataupun balita karena resiko terjadinya kecelakaan akan jauh lebih tinggi terjadi pada rumah split level.
Bagi Sahabat NUA yang ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai pengelolaan lahan berkontur untuk membangun rumah dengan konsep split level, bisa hubungi nomor kami yang tertera di bawah laman berikut ini. Team Konstruksi dan Ahli Sipil kami siap membantu Anda untuk mewujudkan rumah impian dengan konsep split level.
Untuk melihat informasi lebih lengkapnya, Sahabat NUA bisa kunjungi website kami di All Project NUA Properti dan dapatkan banyak penawaran yang menarik dan terbaik melalui WhatsApp Business kami.
Sumber: https://www.archify.com/id/archifynow/pengertian-dan-plus-minus-desain-rumah-split-level

